akhlak

Lupa Membaca Do’a Masuk Kamar Mandi, Emang dosa?

Januari 29, 2021
Beranda
akhlak
Lupa Membaca Do’a Masuk Kamar Mandi, Emang dosa?
Lupa Membaca Do’a Masuk Kamar Mandi, Emang dosa?

hijaz.id
- Adab merupakan salah satu hal yang penting untuk diperhatikan, terutama oleh seorang muslim. Namun, banyak diantaranya muslim yang jarang memperhatikan adab, sedangkan penting untuk diketahui bahwa adab merupakan ajaran yang sangat ditekankan dalam Islam.
Bahkan, sampai hal kecil seperti makan atau ke kamar mandi sekalipun, ada adab-adab yang harus diperhatikan untuk dilakukan, seperti salah satunya adalah membaca do’a sebelum masuk kamar mandi. Lalu, ada sebuah pertanyaan, jika itu penting, maka ketika lupa membaca do’a ketika masuk kamar mandi, berdosakah? Berikut ini jawaban dari Ustadz Ammi Nur Baits.

Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu menceritakan, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika hendak masuk WC, beliau membaca doa,

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari setan lelaki dan setan perempuan. (HR. Bukhari 142, Nasai 19, dan yang lainnya).

Dalam riwayat lain, dari Zaid bin Arqam, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan sebab anjuran membaca doa ini,

إِنَّ هَذِهِ الْحُشُوشَ مُحْتَضَرَةٌ فَإِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

Sesungguhnya tempat buang air ini dikerumuni  setan. Karena itu, ketika kalian hendak memasukinya, bacalah, Allahumma inni a-udzu bika minal khubutsi wal khabaits. (HR. Ibn Majah 312).

Idealnya, doa ini dibaca sebelum masuk WC, ketika posisi kita masih di luar WC. Karena menyebut nama Allah ketika di tempat buang hajat, hukumnya makruh. Meskipun ada sebagian ulama yang membolehkan.

Bagaimana jika lupa sementara kita ingin membacanya, Ibnul Mundzir membawakan riwayat dari Ikrimah – murid Ibn Abbas –,

لا يذكر الله وهو على الخلاء بلسانه ولكن بقلبه

Tidak boleh menyebut nama Allah dengan lisan ketika di dalam WC, namun disebut namanya dalam hati. (al-Ausath, 1/341).

Kita simak keterangan al-Hafidz lebih rinci,

متى يقول ذلك؟ فمن يكره ذكر الله في تلك الحالة يفصل أما في الأمكنة المعدة لذلك فيقوله قبيل دخولها وأما في غيرها فيقوله في أول الشروع كتشمير ثيابه مثلا وهذا مذهب الجمهور وقالوا فيمن نسي يستعيذ بقلبه لا بلسانه

Kapan doa ini dibaca?

Bagi ulama yang memakruhkan berdzikir ketika buang hajat, mereka memberikan rincian. Jika dia buang hajat di dalam ruangan maka dia membacanya sesaat sebelum masuk tempat itu. Jika dia buang hajat di luar ruangan, maka dia baca ketika hendak mulai buang hajat, seperti ketika mulai buka pakaian. Ini merupakan pendapat mayoritas ulama. Mereka juga mengatakan, Orang yang lupa membaca, maka dia berdoa dalam hati dan bukan dengan lisan. (Fathul Bari, 1/244).

Keterangan lain disampaikan at-Thahthawi – ulama hanafi – dalam Hasyiyah (catatan pinggir) untuk kitab Maraqi al-Falah, ketika menjelaskan adab masuk WC,

وإن نسي ذلك أتى به في نفسه لا بلسانه

Jika dia lupa, maka dia membacanya di batin bukan di lisan. (Hasyiyah at-Thahthawi, 1/51).

Wallahu a’lam bish shawab.