Kolom

Semangat Kritis Pemuda Harus Dilestarikan. Bima, Kami Bersamamu!

Agustus 04, 2023
Beranda
Kolom
Semangat Kritis Pemuda Harus Dilestarikan. Bima, Kami Bersamamu!
Ngajihukum.comLagi dan lagi, suara kritis dari seorang pemuda kembali mendapatkan tindakan represi dari pemerintah. 

Baru-baru ini, publik digemparkan oleh tindakan seorang anak muda yang dengan keberaniannya mengkritik salah satu provinsi di Indonesia.

Kritikan tersebut disampaikan oleh seorang pemuda bernama Bima melalui video di salah satu media sosial ternama yaitu tiktok. Dalam kritikannya, ia menilai mengapa provinsi Lampung tidak pernah maju-maju. 

Salah satu yang disorot oleh Bima yaitu mengenai kondisi jalan atau infrastruktur di Lampung yang dinilai mangkrak dan tak kunjung diperbaiki.  Dalam video yang diunggah Bima, diketahui kondisi jalan atau infrastruktur di Lampung sangat mengenaskan dan luput dari sorotan pemerintah setempat. Hal ini yang menyebabkan Bima tergerak nuraninya untuk menyuarakan keresahannya terhadap tanah kelahirannya.

Akibat kritikan Bima yang demikian, publik dunia maya atau yang biasa kita kenal dengan netizen, kini beramai-ramai mendukung Bima dan ikut memposting kondisi jalan lainnya yang juga mengalami kerusakan dan tak kunjung diperbaiki.

Tidak butuh waktu lama, kejadian ini langsung viral dan banyak di-posting ulang oleh beberapa akun media sosial lainnya. Hal ini tentunya mengundang respon dari beberapa publik seperti pemerintah setempat.

Namun yang tidak kalah mengejutkan ketika respon pemerintah Lampung tak sejalan dengan yang diharapkan oleh publik. Alih-alih menanggapi kritikan atas aspirasi dari seorang Bima selaku masyarakat Lampung, pemerintah Lampung justru mengintimidasi keluarga Bima yaitu orang tuanya untuk datang ke kantor Bupati Lampung timur, hanya untuk mendengarkan kemarahan Gubernur Lampung Arinal Djunaedi. 

Dikutip dari beberapa sumber berita, Arinal Djunaedi selaku Gubernur Lampung marah atas kritikan yang diutarakan oleh Bima hingga menyebabkan viral. Tak becus didik anak, ungkap Arinal Djunaedi kepada kedua orang tua Bima. 

Kemudian, Bima juga dilaporkan oleh seorang warga Lampung Ganda Ansori kepada Polda Lampung atas dugaan Sara dan Kebencian.

Atas respon pemerintah setempat yang demikian, Bima kembali membuat video yang ia posting dan mengungkapkan apa yang dialami oleh keluarganya. 

Sontak hal tersebut kembali viral dan direspon baik oleh beberapa pihak. Seperti Anggota DPR RI komisi III Ahmad Syahroni yang mengatakan bahwa memastikan untuk menghentikan penyelidikan atas laporan tersebut dan tidak boleh ada yang mengintimidasi Bima serta keluarganya.

Lebih lanjut, salah satu pengacara kondang yaitu Hotman Paris juga ikut menyatakan bahwa siap mendampingi Bima terkait dengan permasalahan yang dihadapi dan membuat viral tersebut. 

Atas peristiwa Bima yang mengkritik Lampung menjadi semakin viral ini, Polda Lampung melalui hasil gelar perkaranya resmi menghentikan penyidikan karena dalam laporan tersebut tidak memenuhi unsur pidana.

Laporan yang dilakukan oleh Ganda Ansori merupakan bukti kekonyolan yang nyata. Dimana hal tersebut juga telah membuktikan bahwa pemerintah Lampung sebuah pemerintahan yang depostisme dan berusaha untuk mengkriminalisasi siapapun yang berani mengkritiknya.

Saya turut mengapresiasi terhadap pihak Kepolisian Polda Lampung yang telah mengehentikan laporan tersebut. Karena bagi saya apa yang disampaikan Bima melalui videonya tidak menyebutkan nama pribadi tertentu. Artinya dalam hal ini tidak ada individu yang dapat dijadikan delik dalam laporan tersebut.

Kini Bima tidak sendirian, sebagian masyarakat Lampung dan masyarakat di Indonesia turut berbondong-bondong membela Bima. Bahkan para politikus serta pemerintah pusat juga turut serta memberikan respon mendukung Bima.

Bima adalah kita, apa yang disampaikan Bima melalui unggahan di media sosialnya merupakan keresahan masyarakat Lampung saat ini. Bima hanya ingin Lampung memiliki kemajuan dan berbenah menjadi lebih baik.

Seharusnya pemerintah Lampung bisa menangkap aspirasi Bima, bukan malah berusaha untuk menangkap seorang Bima atas kritikannya tersebut. 

Sikap pemerintah Lampung yang mengutus seorang Polisi dan Camat untuk berkunjung dan menjemput kedua orang tua Bima dan juga meminta izasah Bima, merupakan bentuk intimidasi dan upaya membungkam kebenaran yang telah diungkapkan oleh rakyat. 

Ditambah pula, respon seorang Gubernur Lampung yang menyatakan tak becus mendidik anak kepada kedua orang tua Bima juga merupakan bentuk diktatorisme atas sikap kritis masyarakat terhadap pemerintah.

Apa yang diungkapkan Bima, menurut saya adalah upaya untuk daerah Lampung agar tidak berada disituasi yang stagnan. Lampung harus segera berbenah dan bergerak memperbaiki kerusakan jalan dan infrastrukturnya.

Bukan hanya Lampung, hal tersebut juga harus diikuti oleh daerah-daerah lainnya di Indonesia. Indonesia harus serius melakukan perubahan infrastrukturnya secara dinamis. Sebab perbaikan Infrastruktur merupakan bagian bentuk program yang ditargetkan oleh presiden sejak awal menjabat. Maka hal tersebut harus betul-betul dilaksanakan dan direspon untuk kepentingan setiap masyarakat. 

Bima berhasil menyedot perhatian masyarakat luas dengan efek dominonya. Bahkan hampir seluruh masyarakat di Indonesia juga saat ini ikut serta menyuarakan keresahannya. Suara Bima adalah suara keresahan masyarakat selama ini yang patut untuk terus disuarakan kepada pemerintah. 

Bima telah berhasil menunjukkan eksistensinya sebagai pemuda dengan intelektualnya melawan kesewenang-wenangan pemerintah Lampung. Hal ini menunjukkan bahwa kedaulatan rakyat menjadi pijakan yang penting untuk mengubah bangsa ini menjadi lebih baik. 

Pencapaian seorang Bima tidak boleh berhenti dan wajib diteruskan. Kita sebagai masyarakat juga harus melek teknologi dan bisa menyuarakan keresahan-keesahan lainnya terhadap bangsa ini melalui media sosial. 

Karena pengaruh media sosial ini sungguh berdampak dapat dilihat langsung dan cepat oleh pemerintah. Sehingga dengan demikian aspirasi masyarakat yang selama ini tak didengar dapat disuarakan bersama untuk melakukan perubahan terhadap bangsa ini.

Segala upaya untuk menghentikan pemikiran kritis pemuda yang dilakukan oleh pemerintah Lampung menurut saya adalah sebuah kesia-siaan. Pemikiran kritis yang dimiliki oleh Bima merupakan kekayaaan yang mewah dan patut untuk dimiliki juga oleh setiap pemuda.

Tokoh-tokoh bangsa aktivis terdahulu seperti Tan Malaka, Sutan Syahrir, Soe Hok Gie, serta laiknya tidak akan pernah kehabisan pewarisnya untuk menyuarakan keresahan terhadap bangsa ini. Karena selama penderitaan dan ketidakadilan masih bisa dilihat secara kasat mata, selama itu pula pemikiran kritis dan upaya untuk menyuarakannya wajib untuk dilestarikan.

Penulis : Teja Subakti (Ketua Trafalgar Law Office)